PARIWISATA BOJONEGORO
- NEGERI ATAS ANGIN
Atas Angin adalah sebuah lokasi di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, 50 km dari pusat kota. Lokasi ini menjadi favorit wisatawan karena banyaknya spot indah dari bentangan alam Bojonegoro. Karena banyaknya panorama indah di tempat ini seringkali menjadi lokasi pemotretan terutama untuk fotografi prewedding. Selain itu, banyak pengunjung yang memilih bercamping di atas bukit yang disebut bukit cinta, untuk dapat menyaksikan keindahan sunraise.
Bukit cinta tersebut menurut cerita masyarakat setempat, dulunya merupakan tempat pertemuan Dewi Sekar Sari dan Raden Atas Aji, sepasang kekasih yang dipertemukan saat dalam pelarian ketika terjadi perang di zaman Kerajaan Mataram dan Pajang. Keduanya dikisahkan bermukim di lokasi Atas Angin hingga akhir hayat. Kondisi alam di sekitar Atas Angin memang memanjakan mata memandang. Hampir di sepanjang perjalanan menuju lokasi ini, wisatawan akan disuguhi pemandangan yang sangat bagus.
Negeri Atas Angin berjarak sekitar 2 jam dari Kota Bojonegoro. Cara termudah untuk sampai di sana adalah dengan bergabung dengan tur, atau menyewa mobil di hotel penginapan Anda. Anda juga bisa mencoba berpetualang dengan berkendara sendiri menuju lokasi Atas Angin, yang sudah ditunjang dengan akses jalan yang baik.
Anda bisa menikmati sensani menaiki bukit cinta di lokasi wisata ini. Rasa lelah saat mendaki akan terbayarkan saat Anda berada di atas bukit dan dapat menyaksikan bentangan keindahan alam. Jangan lupa siapkan kamera untuk mengabadikan momen indah di atas sana.
Tersedia warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman di sekitar lokasi. Untuk lebih praktisnya, Anda bisa membawa bekal dari rumah dan menikmati makanan di Atas Angin. Jangan lupa membawa tas kresek untuk sampahnya.
Tips dan Saran
- Anda bisa mengunjungi Atas Angin pada waktu menjelang pagi untuk bisa menikmati sunrise yang indah.
- Pastikan Anda membawa minuman sebelum naik di Bukit Cinta
- Perlengkapan topi atau payung bisa menjadi penolong saat Anda naik di atas jam 8 pagi, karena cuaca sudah akan terasa terik
2. KAYANGAN API
Kayangan Api adalah “Sumber Api Abadi” yang terletak di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Kayangan Api merupakan fenomena geologi berupa gas alam yang keluar dari dalam tanah melalui zona lemah (rekahan).
Di dekat titik semburan gas, terdapat mata air yang menghasilkan bau menyengat karena mengandung belerang. Dengan kondisi tersebut, api yang menyala di Kayangan Api hingga kini masih belum bisa padam.
Konon, Kayangan Api adalah tempat pertapaan seorang Empu dari zaman Majapahit bernama Empu Supa. Sang Empu dikisahkan melakukan pertapaan dan membuat pusaka di lokasi Kayangan Api.
Pusaka yang dibuat oleh Empu Supa yakni Keris Jangkung Luk Telu Blong Pok Gonjoyang ditempa dan dibakar dengan api yang keluar dari dalam tanah tersebut. Oleh pihak kerajaan, Empu Supa diangkat menjadi Empu Majapahit dan diberi gelar Empu Kriya Kusuma.
Kayangan Api kini menjadi salah satu objek wisata unggulan Bojonegoro yang banyak dikunjungi wisatawan. Selain karena keunikannya, lokasi Kayangan Api yang berada di tengah kawasan hutan menjadikannya tempat yang pas untuk berwisata.
Lokasi Kayangan Api berjarak sekitar 20km dari pusat kota Bojonegoro, atau 30 menit perjalanan. Objek wisata ini sudah memiliki banyak fasilitas yang memadai dan sangat layak untuk dikunjungi.
Berbagai upacara penting masih dilakukan di tempat ini, seperti prosesi pengambilan api semangat saat perayaan hari jadi Bojonegoro. Kayangan Api juga pernah digunakan sebagai tempat pengambilan api Pekan Olah Raga Nasional (PON) Jawa Timur ke-XV pada tahun 2000 silam.
Kayangan Api berjarak sekitar 45 menit dari pusat kota Bojonegoro. Cara termudah untuk sampai di sana adalah dengan bergabung dengan tur, atau menyewa mobil di hotel penginapan Anda. Anda juga bisa menyewa jasa ojek untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Salah satu daya taraik Kayangan Api adalah api abadi yang lebih indah dinikmati pada saat petang hari. Anda bisa melihat fenomena alam yang unik tersebut sambil menikmati suasana alam hutan yang jauh dari kebisingan. Di Kayangan Api Anda juga bisa menikmati pertunjukkan seni yang biasa diadakan setiap bulan purnama. Tersedia warung-warung kecil yang menjual makanan dan minuman di sekitar lokasi. Untuk lebih praktisnya, Anda bisa membawa bekal dari rumah dan menikmati makanan di Atas Angin. Jangan lupa membawa tas kresek untuk sampahnya.
Tips dan Saran
- Anda bisa menikmati suasana malam hari di Kayangan Api karena lokasi ini buka 24 jam, dan jalan menuju lokasi sudah relatif mulus dan dilengkapi dengan penerangan jalan.
- Anda bisa membawa tikar atau alas lain jika ingin lesehan di sekitar pusat api abadi sambil menghangatkan diri.
- Jika berkunjung pada malah hari, bawalah pakaian hangat karena udara dingin di lokasi cukup menusuk.
3. TEXAS WONOCOLO
Wonocolo atau Teksas Wonocolo adalah sebuah daerah di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang memiliki penambangan minyak yang masih dikelola dengan cara tradisional.
Lokasi ini berjarak sekitar 60km dari pusat kota Bojonegoro dan berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wonocolo dipilih dan diusulkan sebagai geosite di dalam Petroleum Geoheritage Bojonegoro, karena di tempat ini tersingkap batu-batuan yang mewakili sistem petroleum dan adanya pengambilan minyak tradisional di sumur-sumur tinggalan Belanda zaman dahulu.
Pengambilan minyak tersebut diusahakan dengan tradisional dengan mesin-mesin mobil, menggunakan rig-rig dari kayu jati. Puncak antiklin Wonocolo mempunyai ketinggian kurang lebih 450m di atas permukaan laut, sedangkan pemboran paling dangkal sekitar 200m dari puncak lipatan.
Sehingga ketinggian minyak yang diambil di Wonocolo pada reservoir Wonocolo masih berada di atas permukaan laut.
Hal ini dapat membuktikan bahwa pemboran minyak tradisional di Wonocolo adalah yang paling dangkal di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Geosite Wonocolo ini dapat dikembangkan menjadi Wisata Geologi Sumur Tua Wonocolo yang merupakan energi tidak terbarukan.
Kini, lokasi tersebut dikenal dengan sebutan Teksas Wonocolo, selain karena kondisi lingkungannya yang mirip dengan lokasi minyak Texas di Amerika, Teksas sendiri merupakan singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.
Teksas Wonocolo kini menjadi lokasi wisata edukasi di Bojonegoro. Terdapat Rumah Singgah yang menjadi learning center tentang minyak dan cara eksploitasi di Wonocolo. Selain itu juga terdapat wisata adventure menggunakan Jeep di seputar kawasan ini.
Komentar
Posting Komentar